
PemDes Keboananom - Desa Keboananom kembali menggelar Ruwah Desa sebagai tradisi turun-temurun yang sarat nilai spiritual, budaya, dan kebersamaan. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, pada 23–24 Januari 2026, bertempat di Balai Desa Keboananom, dan diikuti oleh masyarakat dari berbagai kalangan.
Ruwah desa merupakan bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus doa bersama agar desa senantiasa diberikan keselamatan, ketentraman, dan keberkahan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antarwarga serta menjaga kearifan lokal yang telah diwariskan oleh para leluhur.
Puncak acara ruwah desa dimeriahkan dengan Pagelaran Wayang Kulit yang menghadirkan dalang Ki Dian Permana Putra, S.Sos., dengan lakon “Semar Mbangun Deso.” Lakon tersebut mengandung pesan moral tentang kepemimpinan yang bijaksana, semangat gotong royong, serta pentingnya membangun desa dengan kejujuran dan ketulusan demi kesejahteraan bersama.
Pagelaran wayang kulit mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memadati area Balai Desa hingga larut malam. Melalui pertunjukan ini, nilai-nilai filosofi Jawa disampaikan secara edukatif dan menghibur, sekaligus menjadi sarana pelestarian seni budaya tradisional di tengah arus modernisasi.

Pelaksanaan Ruwah Desa Keboananom ini merupakan bagian dari kegiatan Adat Istiadat Desa yang didukung melalui penggunaan Dana Desa, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga dan melestarikan tradisi serta budaya lokal masyarakat. Kegiatan tahunan ini dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat identitas desa, menumbuhkan rasa kebersamaan, serta menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Pemerintah Desa Keboananom dan seluruh masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah, baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, atas dukungan dan dikucurkannya anggaran Dana Desa sehingga kegiatan Ruwah Desa dapat terselenggara dengan baik, aman, dan lancar. Dukungan tersebut menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya pelestarian budaya serta pembangunan desa berbasis kearifan lokal.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan tradisi Ruwah Desa Keboananom dapat terus dilestarikan dan menjadi warisan budaya yang memperkuat persatuan serta kesejahteraan masyarakat desa di masa mendatang. (pra)